Jonathan Agusprihatno Eman, One Man One Club Arema

Jonathan Agusprihatno Eman, One Man One Club Arema
Jonathan (C) TABLOID SINGO EDAN

Sebelum mengontrak Jonathan Bauman, Arema sudah pernah diperkuat oleh pemain bernama Jonathan, lengkapnya Jonathan Agusprihatno Eman. Legenda asli Malang itu dikenal sebagai one man one klub, alias tak pernah memperkuat tim selain Arema.

Jonathan memperkuat Arema sejak klub kebanggaan Aremania ini dilahirkan pada 11 Agustus 1987. Pertama kali Arema mengikuti kompetisi sepak bola nasional di ajang Galatama 1987-1988, yang digelar Oktober 1987.

Menempati posisi sayap kiri, Jonathan dikenal sebagai pemain dengan teknik tinggi dan lincah. Kemampuan dribbling di atas rata-rata dan kecepatan yang dimiliki sering kali menjadi andalan pemain kelahiran Malang, 3 Juni 1964 itu untuk mengobrak-abrik pertahanan lawan.

Selama delapan musim berturut-turut, Jonathan terus dipercaya mendapatkan perpanjangan kontrak dari manajemen Arema. Kariernya di Arema berakhir di kompetisi Ligina 1995-1996.

Momen Terbaik Jonathan Agusprihatno Eman di Arema

Jika ditanya momen terbaiknya bersama Arema, tentu di kompetisi musim kelimanya. Kala itu, Jonathan membawa Arema menjadi juara Galatama 1992-1993.

Selama delapan musim memperkuat skuad Singo Edan, Jonathan pun tak jarang mencetak gol. Dalam catatan yang ada, jumlah golnya mencapai delapan gol, belum termasuk catatan-catatan yang tak tertulis secara jelas.

Jadi Pelatih Setelah Gantung Sepatu

Jonathan bisa dibilang memilih pensiun di usia yang masih cukup muda, 32 tahun. Setelah memutuskan untuk gantung sepatu di Arema usai gelaran Ligina 1995-1996, lisensi kepelatihan segera diburu pria bertinggi 165 cm tersebut.

Namanya tercatat sempat menjadi pelatih Persekam Metro FC, tim asal Kabupaten Malang. Setelah itu, namanya sudah tak terdengar lagi.