Kenangan Indah Empat Musim Ronny Firmansyah Bersama Arema

Kenangan Indah Empat Musim Ronny Firmansyah Bersama Arema
Ronny Firmansyah (C) ONGISNADE

Empat musim Ronny Firmansyah memperkuat Arema tentu meninggalkan kenangan indah. Menariknya, gelandang yang hari ini (4/5/2020) genap berusia 39 tahun itu mengawali dan menutup kariernya di Arema pada era kepelatihan orang yang sama, Miroslav Janu (Cekoslovakia).

Ronny pertama kalinya mengenakan jersey Arema di Liga Indonesia (Ligina) 2007-2009. Inilah momen pertama kalinya pemain kelahiran Pasuruan, 4 Mei 1981 itu dengan Miro, sapaan akrab Miroslav Janu, yang juga pertama kali melatih Arema.

Era Ligina usai, nama kompetisi berganti menjadi Indonesia Super League (2008-2009), Ronny pun disodori kontrak baru. Musim itu, pelatih kepala Arema juga sempat berganti dari Bambang Nurdiansyah ke Gusnul Yakin, tetapi nama Ronny tetap tercantum sebagai pemain.

Kembali disodori perpanjangan kontrak, musim berikutnya benar-benar menjadi puncak kenangan indah Ronny bersama Arema. Trofi juara ISL 2009-2010 mampu direngkuhnya di bawah arahan pelatih asal Belanda, Robert Rene Alberts.

Miroslav Janu Tutup Empat Musim Ronny Firmansyah

Usai momen juara ISL 2009-2010, Arema mempertahankan mayoritas pemainnya untuk ISL 2010-2011, di mana nama Ronny Firmansyah turut teken kontrak anyar. Tak disangkanya, Miroslav Janu kembali melatih Arema menggantikan Robert Alberts.

Kembalinya Miro ke Arema justru membuatnya kehilangan banyak kesempatan bermain di tim utama. Ronny yang bersama Robert mencatatkan 22 caps (447 menit), di tangan Miro cuma dimainkan empat kali (23 menit).

Meski demikian, bermain di Liga Champions Asia 2011 menjadi tanda perpisahan terindah baginya dengan Arema. Ronny pun menuju pintu keluar Arema dengan tepukan tangan Aremania setelah dibawanya menjadi runner-up ISL 2010-2011.