Yang Paling Berkesan Bagi Manager Arema Store Sebagai Aremania

Tur Jakarta yang Paling Berkesan Bagi Manager Arema Store
Tjiptadi Purnomo (C) AKAIBARA

Manager Arema Store, Tjiptadi Purnomo punya pengalaman yang tak terlupakan saat masih menjadi Aremania. Momen paling berkesan itu ketika menjalani tur Jakarta saat Arema berlaga di Babak 8 Besar Grup Barat Liga Indonesia 1999-2000 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta.

Pria yang akrab disapa Adi Sruntul itu harus melewatkan pertandingan pertama Arema melawan tim tuan rumah Persija Jakarta (9 Juli 2000). Sebab, tak ada dana untuk mengikuti tur bersama rombongan besar Aremania Nahelop, korwil yang diikutinya.

Adi dan teman-temannya yang senasib hanya bisa menonton laga tersebut lewat siaran langsung di televisi. Namun, kemenangan Arema 2-1 di laga pembuka lewat dua gol Pacho Rubio menggelitik keinginannya untuk tetap berangkat ke Jakarta bagaimana pun caranya.

“Saya dan teman-teman berinisiatif mengumpulkan barang-barang bekas dari tetangga-tetangga di kampung, lalu kami jual. Pertandingan kedua pokoknya kita harus berangkat dan sampai ke Jakarta. Akhirnya kami sampai di sana dengan mengenakan atribut menonton pertandingan kedua lawan Persikota Tangerang (11 Juli 2000), tapi pertandingan berakhir 1-1,” kata Adi kepada WEAREMANIA.

Kisah Manager Arema Store di Jakarta

Keesokan harinya, Adi dan rombongannya berpikir tanggung kalau mau pulang ke Malang. Mereka pun memutuskan bertahan di Jakarta dengan sisa uang yang ada demi menonton pertandingan ketiga Arema melawan Pelita Solo (13 Juli 2000).

Sayangnya, di pertandingan ketiga, Arema menderita kekalahan 0-3 dari Pelita. Adi dan teman-temannya pun sempan menangis karena Arema gagal melaju ke babak selanjutnya.

“Kami seminggu di Jakarta dengan uang pas-pasan, bisa makan berkat bantuan nasi bungkus dari Pak Tinton (Soeprapto) dan saudara-saudara Jakmania. Dari uang makan pas-pasan akhirnya bisa lebih-lebih buat pulang ke Malang naik kereta api. Yang tidak bisa dilupakan semangat cari uangnya dengan mengumpulkan barang bekas, tapi Arema tidak jadi menang, pulang nangis,” kenangnya.

Cerita Awal Masuk ke Jajaran Manajemen Arema

Adi pun mengenang awal masuknya ke jajaran manajemen Arema pada tahun 2017. Cerita itu berawal dari inisiatifnya bersama seorang teman untuk membuat Arema TV.

Sebagai permulaan Adi membuat video yang menceritakan kegiatan tim Arema, seperti saat menjalani sesi latihan. Setelah mengajukan permohonan kepada manajemen Arema, Adi pun masuk ke Divisi Media Officer.

“Sebelum menjadi Manager Store pada tahun 2018, saya awalnya di Divisi Media Officer. Awalnya saya senang bikin video, sama teman saya yang sekarang tidak di Arema. Waktu itu saya ingin bikin Arema TV seperti klub-klub Eropa, karena Arema cuma mengandalkan foto saja, visualnya tidak ada,” ungkapnya.

Harapan di HUT Arema ke-33

Di momen HUT Arema ke-33 ini, Adi pun punya harapan tinggi pada klub kebanggaannya. Selain itu, pria asli Malang ini mengajak Aremania untuk selalu memberikan dukungan positifnya kepada Arema.

“Harapan saya semoga Arema tetap eksis, jaya meraih prestasi tertinggi, di kancah sepak bola Indonesia, maupun di Asia, pokoknya terbaik untuk Arema. Kita berharap Arema akan tetap ada, mari kita dukung, dengan dukungan yang lebih baik lagi untuk Arema,” tegasnya.

 

Subscribe channel Youtube kami, ikuti kami di Instagram dan gabunglah bersama kami di Facebook untuk menjadi bagian dari komunitas Arema dan Aremania.