Mario Gomez Aman di Kursi Pelatih Arema Walau Tak Juara di Pra-musim

Mario Gomez Aman di Kursi Pelatih Arema Walau Tak Juara di Pra-musim
Mario Gomez (C) DANI KRISTIAN

Mario Gomez aman di kursi pelatih Arema walau nantinya tak mampu mempersembahkan gelar juara di ajang pra-musim. Jaminan itu diutarakan oleh General Manager Arema, Ruddy Widodo.

Pada masa pra-musim ini Arema memastikan diri mengikuti turnamen Piala Gubernur Jawa Timur (Jatim) 2020. Ajang yang digelar Asprov PSSI Jatim ini dihelat mulai 11-20 Februari 2020 mendatang di Bangkalan dan Malang.

Kebetulan, Arema ditunjuk sebagai tuan rumah Grup B di Stadion Kanjuruhan Kabupaten Malang. Selain Arema, di grup ini ada Persija Jakarta, Persela Lamongan dan Sabah FA dari Liga Malaysia.

“Tetap akan ada evaluasi, karena saya yakin pasti nanti ada banyak kekurangan tim kami yang terlihat di pertandingan. Apalagi ini tim yang baru terbentuk, mayoritas pemain baru. Tapi, saya pikir Coach Mario tetap aman di kursi kepelatihan meski nantinya Arema tidak bisa meraih juara,” kata Ruddy.

Mario Gomez Aman karena Ini Bukan Pekerjaan Instant

Ruddy Widodo menegaskan posisi Mario Gomez aman meski tak menjadi juara Piala Gubernur Jawa Timur 2020 karena memahami tugasnya. Manajer berkaca mata itu menyadari pekerjaan si pelatih tidak instant.

Menurutnya, tujuan utama manajemen Arema mengontrak Gomez adalah menjadi juara di Liga 1 2020 atau Piala Indonesia 2020. Pria berusia 48 tahun itu menilai semuanya butuh proses.

“Ini baru tahap pertama, setelah persiapan satu bulan, ada ajang pra-musim untuk memadukan tim ini. Tapi, tujuan utama kami di Liga 1 dan Piala Indonesia. Kami sudah mengukur, ini bukan pekerjaan instant,” imbuhnya.

Menaruh Harapan Besar kepada Mario Gomez

Meski tak menargetkan juara di ajang pra-musim, Ruddy Widodo menaruh harapan besar kepada Mario Gomez sebagai pelatih Arema. Setidaknya, tugas utama pelatih 62 tahun itu memadukan skuad Singo Edan bakal membuahkan hasil.

“Dengan persiapan yang cuma satu bulan, bismillah mudah-mudahan tim Arema ini cepat menyatu. Tapi, saya pikir hasilnya tetap akan kami lihat di kompetisi sesungguhnya nanti,” tegas manajer asal Madiun ini.